Bagaimana Dunia Mengatur Pajak Mata Uang Kripto?

stevia.or.id/ Dari Jerman hingga Indonesia: Bagaimana Dunia Mengatur Pajak Mata Uang Kripto?

Pagi itu, lo lagi jalan-jalan di taman kota bareng temen lo, Steven, yang baru aja mulai ngelirik investasi di mata uang kripto. Setelah ngobrol-ngobrol, Steven nanya, “Bro, gue denger-denger kalau pajak kripto itu sekarang makin ribet ya? Di luar negeri sih, katanya ada banyak peraturan baru. Di Indonesia gimana?”

Lo yang udah paham soal ini langsung jawab, “Iya bro, pajak kripto itu lagi jadi topik panas di banyak negara, termasuk Indonesia. Ada yang udah bikin aturan pajak khusus kayak di Jerman dan Amerika, jadi kalau lo mau main di dunia kripto, lo harus ngerti banget soal pajaknya.”

Steven ngelirik lo penasaran, “Jadi, di Jerman misalnya, kripto itu diatur kayak gimana sih?”

“Jadi gini, bro, di Jerman, kalau lo punya mata uang kripto dan simpen lebih dari setahun, nggak kena pajak keuntungan. Tapi kalau lo jual dalam waktu setahun dan untungnya lebih dari $600, baru deh kena pajak. Jadi mereka mendorong investasi jangka panjang dalam kripto. Ini sih salah satu cara buat ngurangin volatilitas pasar,” lo ngejelasin.

Steven mikir, “Jadi kalau gue jual kripto sebelum setahun, gue bisa kena pajak? Wah, itu penting banget buat gue tahu.”

“Yup, bro! Makanya penting banget buat tahu kapan lo jual. Di Jerman, mereka emang pengen promosikan investasi jangka panjang, jadi pajaknya lebih ringan kalau lo tahan lebih lama,” lo jawab.


Pajak Kripto di Amerika Serikat: Antara 0% Hingga 37%

Steven yang semakin tertarik melanjutkan, “Kalau di Amerika Serikat, gimana tuh, bro?”

“Di Amerika, sekarang lagi dipertimbangkan untuk mengadopsi pajak kripto 0%, terutama buat investor yang nyimpen kripto lebih lama. Jadi mereka cenderung ngasih insentif pajak yang lebih ringan kalau lo tahan aset kripto lebih dari setahun. Tapi pajak yang dikenakan bisa bervariasi antara 0% hingga 37%, tergantung durasi kepemilikan dan penghasilan lo,” lo menjelaskan.

Steven kaget, “Wow, 37%? Itu gede banget!”

“Memang sih, bro. Tapi strategi pajak kayak gitu bertujuan buat ngurangin volatilitas di pasar kripto dan bikin orang lebih nyimpen kripto dalam jangka panjang. Jadi nggak ada yang jual-gila-gilaan dalam waktu pendek,” lo lanjut.

baca juga


Pajak Kripto di Indonesia: Regulasi yang Mulai Kuat

Steven akhirnya tanya, “Oke, sekarang Indonesia dong, bro. Gimana peraturan pajak kripto di sini?”

Lo langsung jawab, “Di Indonesia, peraturan pajaknya mulai ketat, bro. Mulai 2024, ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024 yang mengatur transaksi mata uang kripto di platform yang terdaftar di Bappebti. Jadi, PPN dan PPh bakal dikenakan. PPN sebesar 1% dari nilai transaksi, dan PPh 0,1% dari transaksi bruto.”

Steven agak bingung, “Jadi, buat transaksi kripto di Indonesia itu ada pajaknya ya, walaupun belum terlalu jelas?”

“Betul banget! Dan lebih menariknya lagi, di 2024 nilai transaksi kripto di Indonesia tuh mencapai Rp426,69 triliun, jadi emang ada potensi gede banget buat negara dapetin pajak dari sektor ini,” lo jelasin.


Keuntungan dan Tantangan Pajak Kripto di Indonesia

Steven ngelirik lo, “Jadi, di Indonesia juga udah ada potensi besar ya dari pajak kripto ini? Tapi kenapa gue rasa masih banyak masalah?”

“Ya, memang masih banyak tantangan, bro. Salah satunya adalah soal pengawasan yang belum terlalu ketat. Meskipun udah ada regulasi dari Bappebti dan PMK, implementasinya tetap perlu pemantauan ketat biar bisa efektif. Tapi, dengan perkembangan industri digital yang pesat, Indonesia bisa jadi pemain besar di pasar kripto global kalau sistem perpajakannya udah lebih solid,” lo jawab dengan yakin.


Kesimpulan: Peluang Pajak Kripto yang Menguntungkan

Steven berpikir sejenak, “Jadi, intinya buat gue yang mulai masuk ke dunia kripto, gue harus tahu aturan pajak di negara mana kripto itu diperdagangkan, kan?”

“Iya, bro! Jangan cuma fokus sama keuntungan dari kripto, tapi juga perlu perhatiin pajak yang dikenakan. Di beberapa negara, ada insentif pajak kalau lo tahan lebih lama, tapi di tempat lain, lo bisa kena pajak tinggi kalau lo jual terlalu cepat,” lo simpulin.

Steven senyum, “Thanks banget, bro. Jadi, selain investasi yang cerdas, gue harus cerdas juga ngatur pajaknya supaya nggak kena masalah di kemudian hari.”

“Betul, bro! Kalau lo bingung soal pajak kripto, jangan ragu buat konsultasi pajak sama yang ahli. Supaya semua transaksi lo lancar dan nggak kena masalah hukum,” lo tambah sambil ngebelain kopi lo.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top