Solusi Status Deregistered pada NIK Wanita Kawin di Coretax

stevia.or.id/ Solusi Status Deregistered pada NIK Wanita Kawin di Coretax: Gak Perlu Panik, Ini Cara Ngatasinya!

Bro, pernah gak lo ngalamin masalah NIK istri yang gak bisa dipake buat buat bukti potong PPh 21/26 di Coretax karena muncul status “Deregistered”? Ya, masalah ini sering banget terjadi, terutama buat wanita yang dulunya punya NPWP sendiri dan memilih untuk gabung dengan NPWP suami. Gak perlu khawatir, meskipun kelihatannya ribet, sebenarnya ada solusi mudah buat ngatasin masalah ini. Yuk, simak terus biar lo gak bingung kalau kejadian ini menimpa lo atau rekan kerja lo!

Kenapa Bisa Muncul Status Deregistered pada NIK Wanita Kawin?

Sebelum Coretax diterapin, wanita kawin yang memilih bergabung dengan NPWP suami biasanya bisa menghapus NPWP pribadinya dan menggabungkan kewajiban perpajakannya ke suami. Jadi, istri gak perlu punya NPWP sendiri lagi, semua urusan pajaknya digabungkan dalam NPWP keluarga yang atas nama suami.

Nah, masalah muncul ketika Coretax diimplementasikan. Sistem ini mengintegrasikan NIK sebagai NPWP, yang artinya, NIK wanita kawin tetap harus terdaftar di DJP. Meskipun kewajiban pajaknya bergabung dengan suami, status NIK istri gak boleh dihapus. Jadi, statusnya akan berubah menjadi nonaktif dan dicatat sebagai tanggungan dalam Daftar Uji Kepatuhan (DUK) milik suami.

Tapi kan, bro, kalau status NIK istri di Coretax masih Deregistered, gak bisa kan buat buat bukti potong?

Bener banget! NIK Deregistered itu artinya data NIK istri gak bisa diakses buat bikin bukti potong. Jadi, lo gak bisa langsung ngelaporin penghasilan istri buat PPh 21/26 dengan NIK yang “Deregistered”. Gimana dong solusinya?

Bukti Potong Harus Pakai NIK Sendiri, Bukan NPWP Suami!

Meskipun NPWP istri udah digabung sama suami, bukti potong PPh 21/26 tetep harus pakai NIK istri, bukan NIK/NPWP suami. Ini karena identitas wajib pajak yang nerima penghasilan tetap harus sesuai dengan data pribadi, bukan data kepala keluarga.

Jadi, walaupun penghasilan istri akan digabungkan ke dalam SPT keluarga yang dikelola lewat NPWP suami, bukti potong dan pelaporan tetap harus menggunakan NIK istri. Kalau NIK istri statusnya Deregistered, berarti ada langkah-langkah yang harus lo ikuti buat ngaktifin kembali NIK tersebut.

baca juga

Solusi Jika NIK Istri Muncul Status Deregistered

Gak perlu panik kalau lo nemuin masalah kayak gini, bro. Ada beberapa langkah yang bisa lo lakuin buat nge-reactivate NIK istri lo supaya bisa dipakai buat buat bukti potong. Ini langkah-langkah yang perlu lo ikutin:

1. Reaktivasi Status Deregistered

Langkah pertama yang lo perlu lakuin adalah menghubungi KPP terdaftar atau layanan Kring Pajak buat ngajuin permintaan reaktivasi NIK istri. Gimana cara ngajuinnya? Lo bisa buat tiket permintaan melalui sistem Tiket Melati ke KPP terdekat. Ini bakal ngurus proses reaktivasi status NIK istri lo.

2. Perubahan Status Menjadi “Belum Aktif (SPDN)”

Setelah lo berhasil ngajuin reaktivasi, status NIK istri lo bakal berubah jadi “Belum Aktif (SPDN)”. Nah, setelah statusnya berubah jadi Belum Aktif, barulah NIK istri bisa dipakai buat buat bukti potong PPh 21/26 oleh pemberi kerja atau pihak pemotong pajak. Jadi, lo tinggal nunggu perubahan status ini dan lo bisa lanjut buat proses pelaporan pajak.

3. Perbarui Informasi Kontak

Jika lo perlu akses pribadi ke akun Coretax, disarankan buat perbarui data email dan nomor HP istri lo melalui KPP. Ini biar lo bisa lebih mudah ngatur data perpajakan dan gak ada kendala kalau ada proses komunikasi penting.

Pemberitahuan ke Bagian Pajak di Perusahaan

Kalau lo udah berhasil nge-reactivate NIK istri, pastikan lo juga ngasih tau bagian pajak di perusahaan tempat istri bekerja. Ini beberapa hal yang penting banget buat diberitahukan:

  1. Pembuatan bukti potong harus pake NIK istri, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di PER-07/PJ/2025.
  2. Status Deregistered bukan alasan buat ganti identitas bukti potong dengan NIK/NPWP suami.
  3. Kalau ternyata udah terlanjur pake NIK suami, segera minta pembetulan bukti potong ke KPP setelah NIK istri direaktivasi.

Dengan pemberitahuan yang jelas ke bagian pajak di tempat kerja, masalah status Deregistered ini bisa langsung diselesaikan dan bukti potong akan tercatat dengan data yang benar.

Kesimpulan: Solusi Mudah untuk Status Deregistered di Coretax

Jadi, kalau lo mengalami masalah NIK Deregistered pada wanita kawin yang gabung dengan NPWP suami, gak perlu khawatir. Langkah-langkah yang harus diambil jelas banget:

  • Reaktivasi status Deregistered lewat KPP atau Tiket Melati.
  • Perubahan status jadi “Belum Aktif” agar NIK bisa dipakai lagi.
  • Perbarui informasi kontak di KPP biar akses lebih mudah.
  • Pemberitahuan ke bagian pajak perusahaan supaya proses bukti potong sesuai ketentuan.

Dengan mengikuti prosedur ini, hak dan kewajiban pajak tetap berjalan lancar dan sesuai aturan. Jadi, gak ada lagi alasan buat kesulitan dalam laporan pajak atau masalah NIK Deregistered. Semua bakal beres kalau lo ngikutin langkah-langkah yang tepat!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top