Objek Pajak Profesi Desainer

stevia.or.id/ Objek Pajak Profesi Desainer: Jadi Wajib Pajak Gak Perlu Bingung! Coba deh bayangin, lo seorang desainer, kerja keras buat bikin karya-karya keren yang banyak orang kagumi. Tiba-tiba, lo denger soal pajak penghasilan. Pasti langsung kepikiran, “Eh, gua sebagai desainer juga dikenain pajak ya?” Nah, jangan panik! Gue bakal bantu lo pahamin segala hal tentang pajak profesi desainer, mulai dari apa aja yang kena pajak, sampai gimana cara ngitungnya, biar lo gak salah langkah. Siap? Yuk, kita mulai!

Objek Pajak Profesi Desainer: Apa Aja yang Kena Pajak?

Oke, jadi pertama-tama, lo harus tahu kalo penghasilan yang lo terima dari hasil kerja keras desain itu memang masuk dalam objek pajak. Gak cuma gaji doang, bahkan kalo lo freelancer, atau lo dapet royalti, itu semua kena pajak. Gila, kan? Coba deh simak detailnya:

  1. Penghasilan dari Pekerjaan
    Kalo lo bekerja di sebuah perusahaan sebagai desainer, udah pasti gaji atau honorarium lo kena pajak. Semua penghasilan dari pekerjaan yang lo terima sebagai karyawan harus dihitung buat bayar pajak.
  2. Penghasilan dari Pekerjaan Bebas (Freelance)
    Nah, kalo lo kerja sebagai freelancer atau pekerja lepas, misalnya lo dapet fee dari klien buat proyek desain, itu juga kena pajak. Jadi, apapun bentuknya, kalo lo dapet duit dari hasil kerja lo, pasti kena pajak!
  3. Penghasilan dari Royalti
    Misalnya, lo punya desain yang sering dipakai orang, dan lo dapet royalti dari situ, penghasilan itu juga gak lepas dari pajak. Ya, intinya semua penghasilan yang lo dapet dari karya desain lo, wajib kena pajak.
  4. Penghasilan dari Usaha Desain
    Kalo lo punya usaha desain, misalnya punya agensi atau studio desain, keuntungan yang lo dapet dari usaha itu juga termasuk objek pajak. Jadi, jangan sampe lo lupakan kewajiban yang satu ini!
  5. PPh Final untuk UMKM
    Buat lo yang omsetnya gak lebih dari Rp4,8 miliar setahun, lo bisa kena PPh Final 0,5%, sesuai dengan PP No. 23/2018. Jadi, untuk lo yang usaha desainnya masih kecil-kecilan, ini jadi kabar baik karena lo bisa bayar pajak dengan tarif yang lebih ringan.

Jenis Pajak yang Dikenakan pada Profesi Desainer

Sebagai wajib pajak, lo gak bisa lari dari Pajak Penghasilan (PPh). Dan yang bikin bingung, gimana cara hitung pajaknya? Sabar dulu, lo bakal paham kok nanti.

Nah, untuk desainer, pajak yang dikenakan ini sifatnya cukup straightforward. Desainer sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) bakal kena pajak berdasarkan penghasilan neto yang lo dapetin. Tapi, gimana sih cara ngitung penghasilan neto ini? Yuk, lihat detailnya!

baca juga

Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Pajak Desainer

Di Indonesia, pajak lo sebagai desainer dihitung sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU KUP. Ini nih yang jadi dasar hitung pajaknya:

  1. Desainer Sebagai Pegawai
    Kalo lo cuma jadi karyawan di perusahaan, ya penghasilan lo itu berupa gaji atau honorarium. Nah, penghasilan itu bakal dipotong pajaknya, dan lo bakal ngitung pajak setelah dikurangi dengan biaya jabatan, iuran JHT, dan biaya lain yang diizinin, seperti potongan-potongan yang lo bayar buat kepentingan lo.
  2. Desainer Freelance (Pekerja Bebas)
    Nah, buat lo yang kerja bebas, penghasilan lo dihitung berdasarkan penghasilan bruto lo, yang dikurangi sama biaya-biaya yang lo keluarkan buat dapat duit, kayak biaya untuk ngebayar kontrak, biaya yang berkaitan sama pajak, biaya promosi, dan yang lainnya. Kalo lo mikir, “Apaan tuh? Kenapa bayar lebih?” Itu namanya biaya yang wajar buat mendukung pekerjaan lo.
  3. Desainer Sebagai Pengusaha UKM
    Kalo lo berstatus sebagai pengusaha kecil dan menengah (UKM) dengan penghasilan bruto di bawah Rp4,8 miliar, lo bisa pakai NPPN (Norma Penghitungan Penghasilan Neto), yang lebih simpel, bro! Tapi lo harus memenuhi beberapa persyaratan seperti wajib melakukan pencatatan keuangan, dan memberitahukan ke DJP tentang NPPN yang lo pakai.
  4. Pajak Terutang
    Kalo hasil pajak yang lo bayar dalam satu tahun besar, lo bisa melunasinya melalui pemotongan langsung atau pemungutan oleh pihak lain, atau ya lo bayar langsung gitu, sesuai dengan yang terutang.

PPh Final 0,5% untuk Omzet di Bawah Rp4,8 Miliar

Yang paling penting buat lo yang usaha desainnya masih kecil adalah tarif PPh Final 0,5%. Dengan tarif ini, lo bisa bayar pajak jauh lebih ringan. Cukup bayar 0,5% dari omzet lo, yang tentunya jadi kabar baik buat lo yang baru mulai dan omsetnya masih kecil.

Jadi, kalau lo kerja di dunia desain dan omzet lo di bawah Rp4,8 miliar, langsung aja manfaatin tarif ini biar lo bisa bayar pajak tanpa pusing.

Kesimpulan

Jadi, buat lo yang desainer, penghasilan yang lo dapet dari karya lo emang jadi objek pajak. Mau lo kerja sebagai pegawai, jadi freelancer, atau punya usaha desain sendiri, pajak tetap berlaku. Yang bagusnya, ada pilihan untuk PPh Final 0,5% buat UKM, jadi lo yang omsetnya kecil bisa lebih mudah atur pajaknya.

Jadi, pastikan lo paham banget soal kewajiban pajak lo sebagai desainer. Jangan sampe keteteran, dan manfaatin juga program pajak UMKM buat yang omzetnya gak besar. Biar lo tetep lancar, gak pusing, dan yang penting gak ketinggalan pajak. Happy designing!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top