PPh Final untuk CV

stevia.or.id/ PPh Final untuk CV: Panduan Lengkap dan Cara Menghitungnya. Buat lo yang punya CV (Commanditaire Vennootschap) atau lagi merintis usaha dengan status UKM, ada kabar baik nih. Pemerintah Indonesia bikin kebijakan supaya pajak lo gak bikin kantong bolong di awal-awal beroperasi. Kalo lo memenuhi syarat UKM, CV lo bisa pakai tarif PPh Final 0,5% dari omzet bruto sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2022. Wah, murah banget kan?

Tapi, jangan senang dulu, bro! Ada syarat-syarat tertentu yang lo harus tahu biar bisa manfaatin tarif ini. Simak terus buat paham gimana cara kerjanya.

Apa Itu PPh Final untuk CV?

Sebelum kita masuk ke perhitungan, lo harus paham dulu konsep dasarnya. Jadi, di PP 55/2022, pemerintah memberikan kelonggaran pajak buat CV yang masuk kategori UKM (Usaha Kecil dan Menengah). Dengan tarif PPh Final 0,5%, CV lo bisa bayar pajak berdasarkan omzet bruto tanpa perlu repot-repot mikirin laporan yang ribet.

Jadi, tarif ini diperkenalkan untuk membantu CV yang masih merintis usaha, atau lo yang baru mulai berkembang, supaya gak kebebanan biaya pajak tinggi di awal usaha. Keuntungannya jelas: lebih ringan di awal!

Namun, ya, gak selamanya murah. PPh Final 0,5% ini cuma berlaku selama 4 tahun. Setelah itu, CV lo wajib beralih ke tarif PPh Badan normal, yang tentunya bisa lebih mahal, tergantung dari keuntungan yang lo dapet.

Batas Waktu Pemakaian Tarif PPh Final 0,5%

Coba gue kasih contoh biar lo gak bingung. Misalnya, CV lo mulai tahun 2024 dan memilih menggunakan PPh Final 0,5%. Nah, berarti, lo bisa menikmati tarif ini sampe 2028. Setelah itu, lo harus beralih ke tarif PPh Badan normal yang tentunya perhitungannya lebih kompleks dan bisa lebih tinggi.

Contoh Perhitungan Pajak CV

Gue bakal kasih contoh sederhananya nih biar lo lebih paham. Misalnya, CV lo punya omzet bruto Rp 2 miliar di tahun 2024. Karena lo pilih menggunakan tarif PPh Final 0,5%, pajak yang harus dibayar itu cuma 0,5% dari Rp 2 miliar, jadi:

PPh Final = 0,5% x Rp 2.000.000.000 = Rp 10.000.000

Gimana? Gak sakit kan? Ini jelas lebih ringan dibandingkan lo harus bayar pajak yang dihitung berdasarkan tarif normal.

baca juga

Ketentuan Pajak CV Lainnya

Jangan kira cuma PPh Final doang yang berlaku buat CV. Ada banyak pajak lain yang mungkin juga berlaku, tergantung apa yang dilakukan CV lo dalam berbisnis. Nih gue kasih lo listnya biar lo siap:

  1. PPh Pasal 21
    Kalo CV lo bayar gaji atau honorarium karyawan, lo wajib potong PPh Pasal 21. Bayarannya itu langsung dipotong dan disetorkan ke negara. Jadi, jangan sampe lupa ya!
  2. PPh Pasal 22
    Kalo CV lo terlibat transaksi dengan barang-barang tertentu, lo wajib memotong PPh Pasal 22. Misalnya transaksi jual beli barang impor atau barang kena pajak lainnya.
  3. PPh Pasal 23
    Kalo CV lo berurusan dengan instansi pemerintah atau bendaharawan negara, maka lo akan dikenakan PPh Pasal 23. Misalnya, lo bertransaksi dengan lembaga negara dan mereka memotong pajak dari pembayaran lo.
  4. PPh Pasal 4 Ayat (2)
    Kalo CV lo jual tanah atau bangunan, jangan lupa potong PPh Pasal 4 Ayat (2) yang sifatnya final. Jadi, bayar pajak ini buat transaksi yang berkaitan dengan properti.
  5. PPh Pasal 25
    PPh Pasal 25 itu pembayaran angsuran pajak penghasilan yang lo bayar setiap bulan, kalo CV lo gak menggunakan tarif PPh Final dan udah berstatus Badan Usaha. Ini penting banget buat lo yang gak pakai PPh Final.
  6. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
    Kalo CV lo sudah terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka dalam transaksi barang atau jasa kena pajak lo wajib memungut PPN. PPN yang dipungut harus disetorkan ke negara, jadi pastikan lo ngelakuin semuanya dengan benar.
  7. Pengkreditan PPh Pasal 24
    Kalo CV lo punya penghasilan dari luar negeri, dan udah dipotong pajak di negara asalnya, lo bisa menggunakan PPh Pasal 24 buat kredit pajak, jadi pajak luar negeri itu bisa dikreditkan di Indonesia.

Kesimpulan

Jadi, intinya buat lo yang punya CV, pemakaian PPh Final 0,5% itu bisa jadi pilihan yang oke banget, terutama kalo CV lo masih dalam tahap awal dan omsetnya gak lebih dari Rp 4,8 miliar. Program ini membantu lo supaya pajak yang dibayar gak membebani di awal-awal, dan bisa fokus ke pengembangan usaha.

Tapi ingat, tarif PPh Final cuma berlaku selama 4 tahun! Setelah itu, lo wajib pakai tarif PPh Badan normal. Jangan lupa juga, selain PPh Final, masih ada banyak kewajiban pajak lain yang harus lo penuhi. Jadi, pastikan lo nggak kebablasan! Dengan memahami kewajiban pajak dengan baik, lo bisa menghindari masalah dan tetap fokus ngembangin bisnis CV lo.

Sekarang lo tahu kan? Jangan sampe salah langkah ya, apalagi urusan pajak itu penting banget buat masa depan CV lo.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top