Pajak Digital: Netflix & Spotify Juga Kena?

https://stevia.or.id/ Pajak Digital: Netflix & Spotify Juga Kena? Lo pernah gak sih lagi chill, nonton series Netflix atau dengerin lagu di Spotify, terus kepikiran: “Eh, ini aplikasi luar negeri, mereka bayar pajak gak sih di Indonesia?” Pertanyaan valid banget, apalagi di era digital kayak sekarang, di mana hampir semua hiburan dan layanan pindah ke aplikasi.

Jawaban pendeknya: iya, mereka kena pajak di Indonesia.

Awalnya Kenapa Bisa Kena Pajak?

Dulu, sebelum 2020, platform digital asing kayak Netflix, Spotify, Disney+ tuh bebas aja jualan di Indonesia. Mereka dapet duit dari subscription kita, tapi gak bayar pajak ke negara. Istilahnya kayak jualan di pasar kita, tapi gak bayar sewa lapak.

Nah, pemerintah Indonesia ngeh: “Wah ini gak bisa dibiarkan.” Akhirnya lewat Perppu Nomor 1 Tahun 2020, pemerintah ngeluarin aturan soal Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Produk Digital. Mulai berlaku Juli 2020.

Jadi sejak itu, semua perusahaan digital luar negeri yang punya “signifikan presence” di Indonesia wajib jadi Pemungut PPN.

Contoh Platform yang Udah Jadi Pemungut PPN

  • Netflix
  • Spotify
  • Google Play Store
  • Apple App Store
  • Amazon Web Services
  • Facebook/Meta Ads

Total sampai sekarang, udah ada puluhan perusahaan digital luar negeri yang resmi dipajakin.

Mekanismenya Gimana?

Simple aja:

  • Tarif PPN = 11% (2025 bisa naik 12%)
  • Pajak ini langsung ditagih pas lo bayar langganan.
  • Jadi misal lo langganan Spotify Premium Rp54.990, maka udah termasuk PPN. Lo gak perlu ribet isi formulir pajak sendiri, karena perusahaan yang langsung setor ke DJP (Direktorat Jenderal Pajak).

Kenapa Penting?

Bayangin aja, ada puluhan juta orang Indo yang langganan Netflix, Spotify, Disney+, iCloud, sampai beli skin Mobile Legends. Kalau pajak ini gak ditarik, negara bakal kehilangan potensi pemasukan triliunan rupiah.

Data real:

  • Menurut Kemenkeu, penerimaan pajak digital tahun 2022 aja udah tembus Rp10 triliun lebih.
  • Dan tiap tahun terus naik karena makin banyak orang Indo yang go digital.

Satire Kecil

Lucu juga sebenernya. Orang Indo dulu suka ngegas bilang: “Masa gue bayar pajak, tapi Netflix gak?” Sekarang udah kena pajak, giliran ada yang bilang: “Lah, kok jadi makin mahal subscription gue?”
Ya gimana bro, kalo mau negara makin maju, semua harus patungan. Bukan cuma warung kopi yang kena PPN, tapi juga aplikasi hiburan favorit lo.

baca juga

Apa Dampaknya Buat Kita?

  1. Harga Langganan Naik Dikit
    Iya, udah pasti subscription terasa lebih mahal dibanding sebelum 2020. Tapi itu udah include pajak.
  2. Fairness
    Biar adil, semua pelaku bisnis—lokal maupun global—kena aturan yang sama. Kalau GoPlay, Vidio, atau Langit Musik bayar pajak, Netflix & Spotify juga wajib dong.
  3. Penerimaan Negara Tambah
    Duit pajak ini balik lagi buat ngebangun infrastruktur digital, layanan publik, dan APBN.

Masa Depan Pajak Digital

  • Tarif Naik Jadi 12%
    Sesuai UU HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan), tarif PPN bisa naik ke 12%. Artinya, siap-siap harga subscription makin naik.
  • Ekspansi ke E-Commerce & Game Online
    Gak cuma platform streaming, tapi transaksi e-commerce dan pembelian item game juga udah kena pajak. Jadi beli diamond Free Fire atau top up Genshin Impact pun udah ada PPN-nya.
  • Diskusi Pajak Digital Global
    Indonesia juga ikutan push di forum internasional (OECD) soal Pajak Layanan Digital yang lebih komprehensif, biar raksasa digital kayak Google, Meta, Amazon juga bayar Pajak Penghasilan di negara tempat mereka dapat revenue, bukan cuma di negara asal mereka.

Closing Thought

Jadi, Netflix & Spotify emang kena pajak di Indonesia. Lo bayar lebih mahal dikit tiap bulan, tapi itu bagian dari kontribusi lo buat negara. Gak ada lagi cerita raksasa global “jualan” di pasar Indo tanpa setor pajak.

Next time lo klik “bayar subscription”, lo bisa mikir: “Oke, ini bukan cuma buat gue chill denger musik atau binge-watch drama Korea, tapi juga ada sepeser yang ikut ngebangun negara.”


Mau gue bikin breakdown simulasi biaya langganan (misal Netflix Basic/Standard/Premium dengan PPN 11% vs 12%) biar keliatan jelas efeknya ke kantong pengguna?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top