Transfer Pricing Global Case dari Indonesia

https://stevia.or.id/ Transfer Pricing Global Case dari Indonesia , Apa Itu Transfer Pricing? Transfer pricing (TP) adalah mekanisme penentuan harga jual atau biaya antar entitas yang masih dalam satu grup perusahaan, tapi berada di negara berbeda. Aturannya: harga harus arm’s length, alias wajar seperti transaksi independen.

Kenapa penting? Karena TP sering jadi alat untuk mindahin laba ke negara pajak rendah. DJP pun rajin koreksi TP untuk lindungi basis pajak Indonesia.

Kasus Nyata Indonesia

1. MNC Oil & Gas

  • Latar: Anak usaha di Indonesia membayar royalty dan management fee ke induk di Singapura.
  • Masalah: DJP menilai fee terlalu tinggi, laba anak usaha Indonesia minim, PPh Badan rendah.
  • Hasil: DJP koreksi TP, perusahaan harus bayar tambahan pajak miliaran rupiah.
  • Pelajaran: Dokumen TP harus lengkap, fee harus wajar, dan ada justifikasi bisnis selain pajak.

2. Perusahaan Farmasi Multinasional

  • Latar: Penjualan obat oleh entitas Indo ke afiliasi regional dengan harga transfer lebih rendah.
  • Masalah: DJP menganggap laba dipindahkan ke negara lain untuk mengurangi pajak.
  • Hasil: Koreksi TP, denda administratif, dan negosiasi ulang dokumentasi TP.
  • Pelajaran: Transfer pricing bukan cuma angka, tapi harus ada economic substance.

3. Startup SaaS Indo dengan Investor Luar Negeri

  • Latar: Entitas Indo menerima pendapatan dari klien global, sebagian fee disalurkan ke entitas Singapura.
  • Masalah: DJP menilai profit shifting melalui pricing model agresif.
  • Hasil: Perusahaan diminta buat TP documentation dan recalculation pajak.
  • Pelajaran: Startup pun harus patuh TP kalau ada transaksi lintas yurisdiksi, walau omzet masih kecil.

baca juga


Risiko Transfer Pricing bagi Perusahaan Indonesia

  1. Koreksi Pajak & Denda
    • Bisa miliaran rupiah bahkan untuk startup unicorn jika struktur TP agresif.
  2. Audit Panjang
    • TP audit bisa makan waktu bertahun-tahun, bahkan sampai pengadilan pajak.
  3. Reputasi Perusahaan
    • Masalah TP bisa bikin investor ragu atau market percaya perusahaan “nakal pajak”.
  4. Efek ke Investor Global
    • Struktur TP yang agresif bisa mempengaruhi perhitungan global minimum tax dan top-up tax.

Strategi Mitigasi Transfer Pricing

  1. Dokumentasi Lengkap
    • Local File, Master File, Country-by-Country Report harus rapi dan update.
  2. Economic Substance
    • Pastikan transaksi ada dasar bisnis selain pajak. Misal: royalty bayar karena R&D nyata di luar negeri, bukan sekadar tax planning.
  3. Benchmarking & Price Study
    • Bandingkan harga antar entitas dengan harga pasar independen.
  4. Advance Pricing Agreement (APA)
    • Kalau transaksi besar atau kompleks, ajukan APA ke DJP untuk kepastian pajak.
  5. Monitoring Global Minimum Tax
    • Pastikan struktur TP juga compliant dengan aturan global (OECD Pillar Two).

Satire: Transfer Pricing Kayak Permainan Puzzle

Bayangin perusahaan Indo lagi main puzzle global: tiap langkah harga transfer salah, potongan pajak dari DJP langsung nyamber. Tapi kalau harga wajar dan dokumentasi rapi, puzzle lengkap, dan profit aman.


Kesimpulan

Transfer pricing bukan cuma masalah MNC besar. Startup dan scale-up Indo juga harus aware kalau ada transaksi lintas negara. Kasus nyata menunjukkan koreksi TP bisa signifikan, bahkan mengancam cash flow dan reputasi. Kunci sukses: dokumentasi lengkap, economic substance, dan kepatuhan global minimum tax.

penulis tamu dari Pro Visioner Konsultindo – Linkedin Profile

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top